Kamis, 17 Februari 2011

Dunia dan kemunafikan

Kemayu daun melambai diterpa angin, semerbak wangi bunga yang baru mekar.
Selamat pagi nan ceria selamat datang hari yang bahagia. Senyumku simpul menyambutmu.
Hai dunia gimana kabarnya, gimana kabar semua yang hidup,
dan gimana kabar mahluk yang paling munafik.
Mahluk yang menganggap dirinya kuat, tapi kenyataannya lemah.
Kemunafikan yang terpapar nyata, tapi tak dapat disentuh.
Kemunafikan yang tumbuh subur, dan tak terjamah
Kemunafikan yang menjangkit dan membuat sakit seluruh mahluk
Kemunafikan yang abadi disetiap jaman
Darah mengalir, keringat tercucur deras dari insan yang terluka
Terluka oleh ketidak adillan, yang makin tak seimbang dengan kerakusan jiwa
Hukum yang tak perna bisa sembuh dari kebutaannya.
Mau jadi apa negriku ini, apa akan jadi seonggok sampah
Karena dipenuhi oleh sampah yang berwujud jiwa yang bersih
Hai mahluk yang jiwanya bersih dan jiwanya munafik
Hidup dan keselamatan untuk kaliaan amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar